Minggu, 07 November 2010

Tips menghilangkan kebosanan

Seringkali karena rutinitas pekerjaan dan keseharian, kita dilanda kepenatan dan kebosanan. Bagi banyak orang, bertemu dengan kebosanan sama artinya dengan menyambut liburan. Mereka pergi berlibur ke kota-kota favorit atau kota-kota baru yang belum pernah mereka datangi. Tentu saja, cara demikian hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki uang berlebih atau sedikit cerdas menyiasati keuangan.
Bagi lebih banyak orang, mungkin aku salah satu diantaranya, seringkali melakukan cara-cara yang lebih praktis.  Misalnya, dengan berkunjung ke sebuah tempat baru, lalu mengamati apa saja yang disajikan disana. Kadangkala, aku berkunjung ke sebuah tempat yang sama, tetapi aku menggunakan cara yang berbeda sehingga tempat yang aku datangi itu tidak membosankan.
Minggu lalu,  untuk yang kesekian kalinya di bulan ini, aku berkunjung ke sebuah toko buku. Kali itu, aku tidak langsung datang ke rak-rak buku yang ada, tetapi berkeliling dahulu melihat-lihat barang-barang yang sedang dijual dengan harga miring. 
Disana, aku menemukan banyak sekali produk baru. Luar biasanya, kebanyakan produk baru itu sengaja dibuat karena kebutuhan orang lain. Mungkin produk tersebut tidak baru menurut orang lain, tapi menurutku, produk itu baru karena baru sekali itu aku menemukannya dan mengagumi kepintaran penemunya dalam menyiasati pasar.
Produk yang pertama yang menarik perhatianku adalah sebuah kotak sederhana dari kawat yang ditutup dengan kain kertas pada sisi-sisinya. Benda ini sederhana sekali, tetapi dijual dengan harga Rp.13,500. Warnanya pink. Tentu saja, aku segera ingat. Valentine's Day segera tiba. Bagi banyak orang, hari ini adalah hari pink.  Yang menarik perhatianku adalah bagaimana pemasok ini begitu memanfaatkan moment untuk memasok benda-benda yang sekiranya akan menjadi alternatif bagi mereka yang merayakan Valentine's Day.
Masih di corner yang sama, aku menemukan benda ajaib lagi. Benda ini semacam kantung kain dengan serutan, yang cocok digunakan untuk mengemas permen, hadiah dan semacamnya. Di sebelah bawah kantung kainnya, terdapat wadah dari besi. Wadah ini, dalam bentuk yang lebih besar, seringkali ditemui di supermarket atau toko 5,000 sebagai wadah buah atau pernik-pernik. Kali ini wadah besi ini dilem dan ditempelkan ke kantung kain tadi. teknik yang sederhana, karena pembuatnya sama sekali tidak menjahit kantungnya dengan wadah besi ini. Aku terkagum-kagum dengan idenya membuat benda ini. Sangat menarik!
Sedikit lebih jauh dari rak tempat wadah besi itu, aku menemukan permen coklat berwarna-warna. Meriah dan menarik. Seorang temanku yang kebetulan bertemu di toko buku itu berujar,"ini mbuatnya gampang banget Rin, kalo mau nanti aku ajarin", tatkala ia melihat aku begitu tertarik dengan aneka coklat yang dijual disana. Sekali lagi, moment penjualan adalah salah satu trik yang pas sekali dan telah dimanfaatkan dengan baik oleh si pemasok. Aku berjanji dalam hati untuk menagih janji kawanku itu dan memulai belajar membuat dan menghias permen coklatku sendiri.
Di rak barang-barang kantor, aku menemukan beberapa keajaiban produk baru. Mulai dari paper clip yang berwarna-warni dan beraneka ragam bentuk, hingga binder paper yang cukup menggoda. Aku sempat terheran-heran terhadap satu pak berisi 3 buah paper clip yang dijual dengan harga Rp.24,500. Menurutku harga yang cukup mahal untuk 3 buah paper clip dan aku tidak tahu apa keunggulan produk itu hingga berharga sedemikian mahalnya.
Masih banyak sekali produk-produk yang aku temui di toko buku itu. Karena kehabisan waktu, akupun harus kembali lagi ke kantor. Anehnya, kali ini akupun tak sabar ingin segera kembali ke toko buku ini. Sekembaliku dari tempat itu, aku menyadari satu hal : bahwa kebosanan adalah semata-mata sudut pandang kita terhadap sesuatu. Jika kita mengubah sudut pandang kita, maka hal atau produk atau pekerjaan yang sama bisa jadi sesuatu yang benar-benar berbeda. Sama halnya jika kita memandangi mug dari satu sisi saja, kita tidak pernah tahu jika di sisi lain mug itu terdapat gambar yang sangat indah, atau di sisi lain mug itu ternyata ada pegangan mugnya.
Tentunya analogi ini juga sama dengan pekerjaan yang saat ini tengah aku geluti. Kebosanan, jika ia datang menghampiriku, sesungguhnya bisa aku rubah sedemikian rupa sehingga ia tidak lagi berwujud kebosanan, melainkan menjadi daya tarik untuk terus berkarya dan melanjutkan kerja.
Semoga anda juga dapat menemukan sisi lain dari segala hal yang ditemui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar